Bismillahirahmannirahim..
Ketahuilah
teman, bahwa ketika kamu bersedih dan menangisi masa lalu, renungkan ini...
Mengapa kamu
bersedih? Mengapa kamu menangis? Untuk apa Kau tangisi apa yang sudah terjadi
dan terlewatkan? Bukan kah air matamu itu hanya percuma terbuang sia-sia?
Apakah setelah menangis semua masalah akan terselesaikan? Apakah kecewa mu akan
berakhir? Apakah luka hati mu akan terobati? Apakah keadaan akan membaik?
Percayalah
temanku, Zat yang Maha membolak balikkan hati itu mengetahui apa yang terbaik
untuk hambaNya. Jika kau menangis karena cinta yang berkhianat, ketahuilah
bahwa cinta itu tak ada yang abadi selain cinta-Nya. Jika memang cintanya
tulus, meskipun kau tidak meresponnya, dia akan tetap bertahan menjaga rasanya.
Memang pedih jika orang yang selama ini kita “cinta” pergi meninggalkan kita,
apalagi jika hubungan itu sudah lewat serius, dalam, dan tak lagi hitungan
hari, tapi dia justru mencari pengganti kita semudah itu. Awalnya akan terasa
sakit, terpuruk dan sedih karena merasa bodoh tertipu oleh “cinta palsu” itu.
Awalnya akan ada rasa benci dan tak ingin mengenalnya lagi karena kau merasa kecewa
semudah itu tergantikan. Tapi coba pikirkan kawan... Bukankah dari kejadian itu
mata hati mu justru terbuka. Bukankah kabut yang menutupi fakta itu berangsur
menghilang menunjukkan apa yang sebenarnya. Bukankah sekarang kau mengerti
bahwa dia tidak sebaik apa yang kau bayangkan selama ini. Harusnya kau
bersyukur Allah kita sudah menerangi apa yang telah menyesatkan kita. Harusnya
kau bersyukur dari kenyataan pahit ini kau memperoleh pembelajaran bahwa:
“Terkadang
sesuatu yang sangat kita cintai dan sayangi belum tentu yang terbaik untuk kita
dan Allah Maha Mengetahui segalanya”
“Allah
menciptakan “cinta” yang terbaik untuk kita, yang akan membawa kita ke surga
akhiratnya bukan neraka jahanam. Karena cinta yang sesungguhnya tak kan membuat
kita menjauh dari-Nya. Karena cinta yang sesungguhnya membuat kita semakin
dekat dan jauh dari cemburu-Nya”
“Bukankah Allah
menciptakan setiap umat-Nya berpasangan? Jadi tak perlu bersedih karena pecahan
luka hatimu suatu saat pasti akan ada yang menambalnya. Seseorang yang
mencintai mu, memahami mu, mengerti mu dan tak kan mungkin bisa membuat mu
bersedih bahkan menangis karna terluka”
Dan banyak lagi
pembalajaran yang bisa kita petik.
Jadi teman,
untuk apa kau masih bersedih? Tersenyumlah... dan biarkan semua berlalu dalam
ikhlas. Biarkan luka mu kering dengan sendirinya. Dan tanamkan dalam benakmu
bahwa satu cinta yang terlewatkan akan membuatmu lebih mencintai yang
menggantikannya kelak. Berjanjilah bahwa kau akan hidup jauh lebih baik dan jauh
merasa senang tanpa dia yang berkhianat. :)
Karena
sesungguhnya kehidupan dunia itu hanyalah permainan dan sendau gurau. Semua
kisah hidup sudah tertulis dalam lauh mahfuz. Dan janganlah kamu terlalu
bersedih mengingat apa yang tak mampu kau raih, janganlah terlalu gembira
ketika apa yang kau inginkan teraih. Jalanilah dengan sewajarnya. Jadi apa
masih tetep nangis meratapi?? :)
Iyuta_cumil (Jakarta, 5/10/2012)
0 komentar:
Posting Komentar